Pengalaman:Mengkritik DPR


            Pegalaman yang pernah saya alami adalah ketika saya menulis esai untuk mengkritik DPR yang berisi:
             Indonesia merupakan negara yang berasaskan demokrasi.Hal itu bisa dilihat dari sila keempat pancasila yang merupakan dasar negara.Dalam penerapannya,hampir semua aspek pemerintahan yang bersifat eksekutif dan legislatif dipilih melalui sistem demokrasi.Mereka ditentukan berdasarkan suara dan pilihan terbanyak dari rakyat.
            Salah satu bentuk demokrasi Indonesia adalah pemilihan DPR yang bekerja sebagai perwakilan rakyat.DPR merupakan salah satu petinggi pemerintahan Indonesia.Hal ini sangat jelas,mengingat 3 tugas utama DPR dalam UUD 1945 Pasal 20A ayat 1 yang berbunyi Dewan Perwakilan Rakyat memiliki fungsi legislasi, fungsi anggaran, dan fungsi pengawasan”.Dalam praktiknya,seharusnya  ketika menjalankan 3 fungsi tersebut DPR bersifat sangat pro rakyat.Namun,fakta membuktikan beberapa kali anggota DPR malah merugikan rakyat.
            Dalam bidang legislasi,DPR bertugas sebagai penetap UU dan pembuat RUU.Dengan tugasnya yang luar biasa itu.Teryata didapati beberapa kali DPR dinilai membuat RUU yang terkesan tidak pro rakyat.Contoh yang paling gencar adalah masalah RUU tax amnesty serta RUU kontroversial lainnya seperti masalah LGBT,minuman alkohol,serta UU MD3 yang sedang dihebohkan.
            Berikutnya adalah fungsi anggaran.DPR bertugas menetapkan jumlah anggaran negara bersama presiden.Namun,anggota DPR beberapa kali tertangkap tangan dalam kasus korupsi APBN.Sebut saja masalah e-ktp dan suap APBN-P yang baru terjadi Mei 2018 lalu.DPR yang harusnya mengoptimalkan APBN malah kedapatan menikmati uang rakyat.
            Fungsi pengawasan DPR tenyata juga dinilai cacat oleh banyak pihak.Sebagaimana saya lansir dari situs kompas mengenai fungsi pengawasan DPR yang dinilai lalai.Contoh pada kasus wabah campak dan gizi buruk di Asmat,ketika harga beras naik,dan ketika terjadi penganiayaan terhadap tokoh agama pada pertengahan 2018 lalu.
            Disamping tiga fungsi diatas,kinerja DPR dianggap juga kurang memuaskan.Seperti tidur dan bolos dalam rapat,ricuh saat berdiskusi ,sampai yang kedapatan menonton video porno saat rapat yang membahas kepentingan rakyat itu berlangsung.Bahkan dalam beberapa kasus korupsi beberapa anggota DPR saling bahu-membahu dalam menutupi kasus tersebut.
            Sikap politik dari tiap anggota DPR juga patut dipermasalahkan.Beberapa menilai bahwa anggota DPR cenderung mementingkan kepentingan partai dan koalisi.Sebut saja setelah kekalahan pasangan Prabowo-Hatta,koalisi merah putih yang mendominasi kursi DPR berusaha untuk membuat UU Pilkada tidak langsung.Beberapa menilai bahwa ini merupakan langkah untuk menguasai eksekutif daerah melalui lembaga legislatif.
            Dari apa-apa yang disebut diatas.Dapat disimpulkan beberapa kinerja DPR dinilai tidak pro rakyat.Hal ini jelas dikarenakan seyogyanya setiap manusia berbuat kesalahan.Namun,setidaknya ada dua faktor yang saya nilai kurang dari DPR maupun masyarakat yakni kesadaran dan saling kritik.
            Faktor kesadaran bermakna bahwa DPR dan rakyat harusnya saling berkaca diri.DPR yang merupakan wakil rakyat haruslah menyadari bahwa mereka diamanahi oleh rakyat.Sehingga dengan adanya kesadaran tersebut ia termotivasi untuk memuaskan aspirasi rakyat yang karenanyalah ia bisa menduduki jabatan tersebut.Sedangkan bagi rakyat,kita juga harus menyadari seharusnya kita tidak sembarangan memilih hanya dikarenakan uang yang tidak seberapa.
            Faktor selanjutnya adalah saling mengkritik.Kritik dari DPR dan rakyat atau sebaliknya adalah bentuk nyata dari keharmonisan hubungan dan saling kasih.Hal itu dikarenakan bahwa pada hakikatnya semua insan tak luput dari kesalahan.Sehingga langkah DPR menyelenggarakan lomba kritik ini adalah merupakan langkah yang tepat bagi baiknya kebebasan berpendapat di Indonesia.
            Demikianlah mungkin kritik yang bisa saya sampaikan.Semoga kita semakin berbenah diri.Dan menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang  semakin baik dimasa yang akan datang.
             Sekian,saya ucapkan terimakasih atas segala perhatian.
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Komentar